Dekatkan Dirimu Kepada Allah & Rasul, Sampaikanlah Hajat Serta Keinginanmu Kepada Allah Melalui Haji & Umroh Yang Penuh Berkah
CALL : 0857 2012 7221
WA : 0856 1652 558
Dekatkan Dirimu Kepada Allah & Rasul, Sampaikanlah Hajat Serta Keinginanmu Kepada Allah Melalui Haji & Umroh Yang Penuh Berkahbaik...



Sentuh Nomor Untuk Langsung Hubungi Kami
CALL : 0857 2012 7221
WA : 0856 1652 558

Sejarah Asal Mula Ibadah Umroh Pertama Kali

Sejarah Asal Mula Ibadah Umroh Pertama Kali

Asal Mula Ibadah Umroh Pertama


Sejarah Ibadah Umroh - Pada tahun 6 Hijriiyah / 628 Masehi, Rasululloh sollallohu 'alaihi wasallama atas perintah dari Allah subhaanahuwata'aala hendak akan menunaikan ibadah haji bersama sekitar 1500 an sahabat. Mereka yakni berangkat menuju ke Mekkah dengan memakai pakaian ihram dan membawa hewan-hewan qurban untuk disembelihh.

Akan tetapi ketika ia dalam perjalanan ibadah hajji yang pertama kali ini, mereka tertahan oleh koum musyrikin Quraisy la'natullah 'alaihim di Hudaibiyyah yang sudah berjaga jaga untuk menghadang dan menghalangi Rasulullah bersama para sahabat lainnya supaya tidak bisa lewat untuk pergi ke Makah.

Pada kejadaian saat itu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tidak mau menginginkan terjadinya peperangan, oleh karenanya itu mereka semua berunding untuk melakukan sebuah perjanjian yang kita kenala dengan perjanjian Hudaibiyyah.

Inti dari Perjanjian Hudaibiyah itu ialah :
"Dengan nama Tuhan. Ini perjanjian antara Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) dan Suhail bin 'Amr, perwakilan Quraisy.
1. Tidak ada peperangan dalam jangka waktu sepuluh tahun.
2. Siapapun yang ingin mengikuti Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam), diperbolehkan secara bebas. Dan siapapun yang ingin mengikuti Quraisy, diperbolehkan secara bebas.
3. Seorang pemuda, yang masih berayah atau berpenjaga, jika mengikuti Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) tanpa izin, maka akan dikembalikan lagi ke ayahnya dan penjaganya. Bila seseorang mengikuti Quraisy, maka ia tidak akan dikembalikan.
4. Tahun ini Muhammad (sallallahu 'alaihi wa sallam) akan kembali ke Madinah. Tapi tahun depan, mereka dapat masuk ke Makkah, untuk melakukan tawaf disana selama tiga hari.
5. Selama tiga hari itu, penduduk Quraisy akan mundur ke bukit-bukit. Mereka haruslah tidak bersenjata saat memasuki Makkah."

Secara sekilas mata saja Perjanjian Hudaibiyyah ini sangatlah merugikan kaum muslimin, melihat poin nomer 1 saja dari perjanjjian tersbut, ketika kaum Quraisy meminta genjatan senjata, padahal kondisi mereka kaum kafir pada waktu itu dalam keadaan yang lemah, karena memang sebelumnya mereka telah kalah telak pada Perang Khandaq.

Sejarah Asal Mula Ibadah Umroh Pertama Kali

Meskipun ini Perjanjian Hudaibiyyah ini banyak yang diprotes oleh para sohabat, akan tetapi Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam memiliki pendapat lain sendiri. Salah satu buktinya dari keberhasilann Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam dalam menyetujuui perjanjian ini adalah dengan diakuinya pendduk Medinah oleh kaum Quraisy. Otomatis yang ketika penduduk Medinah mendpat pengakuan dari kaum kabilah Quraisy yang merupakan suku paling dihormati dan disegani di daerah Jazirah Arab, Medinah menjadi punya memiliki sebuah otoritas sendiri dan dapat diakui oleh kaum-kaum lainnya. Selain itu menjadi keberhasilan umat Islam bebas dalam menunaikan ibadah ibadah dan tidak mendapatkan terors dari kaum kafir Quraisy.

Dan ketika ia Perjanjian Hudaibiyyah ini ternyata dilanggar sendiri oleh kaum Quraisy, kaum Muslimin dengan izin Allah bisa membalasnya dengan penaklukan kota Mekkah kita kenal dengan (Fathul Makkah) pada tahun 08 Hijriyah / 630 M. Pada sat itu Kaum Muslimin memiliki berpasukan sekitar 10.000 orang. Sesampainya di kota Makkah, mereka hanya menemui sedikit rintangan saja. Setelah itu, mereka langsung meruntuhkan segala simbol simbol kesyirikan, keberhalaan di depan Ka'bah.

Umroh Pertama Nabi Sallallahu 'alaihi wa sallam Bersama Rombongan Para Sahabat


Sejarah Asal Mula Ibadah Umroh Pertama Kali

Sejarah Ibadah Umroh - Pada tahun 07 Hijriyyah / 629 Masehi, Rosulullah sallallahu'alaihi wasallam bersamasama rombongan sekitar dari 2.000 orang yang ikut melakukan dan melangsungkan umroh untuk yang pertama kalinya.

Rosulullah sallallahu 'alaihi wasallam beserta bersama rombongan para sahabat memasuk Ka`bah dan langsung mulai dengan melakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran mengelilingi Ka`bah, kemudian Rosulullah sallallahu 'alaihi wa sallam beliau melakukan shalat di makom Nabi Ibrahim 'alaihissalam dan kemudian meminum air zam-zam. selepasnya itu melakukan sa`i dari bukit Shafa ke bukit Marwah dan terakhir Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam mlakukan tahallul atau ianya mencukur sebagian rambutnya.

Sepanjang hidupnya beliau, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan umrah sebanyak 4x kali, dan haji 1x kali.
"Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan umrah sebanyak empat kali. (Yaitu) umrah Hudaibiyah, umrah Qadha`, umrah ketiga dari Ji’ranah, dan keempat (umrah) yang bersamaan dengan pelaksanaan haji beliau.” (HR. Tirmidzi, no 816 dan dan Ibnu Majah no. 2450)
Sampai hingga sekarang ini, apa apa yang sudah dilakukan oleh beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika pertama kalinya melakukan melangsungkan ibadah umroh menjadi rukun umrah yang berlaku bagi setiap seluruh umat Islam didunia yang akan hendak melakukan ibadah umroh, yakni ihram atau berniat untuk melakukan umroh, melakukan thawaf dan sa`i. Adapun hal yang wajib dilakukan saat umroh adalah melakukan ihram ketika hendak memasuki miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut.

Adapun syarat syarat untuk dapat melakukan ibadah umroh adalah:

1. Beragama Islam
2. Sudah baligh dan berakal
3. Muslim merdeka
4. Memiliki kemampuan dalam hal ini bekal dan kendaraan
5. Adanya syarat untuk didampingi mahram bagi wanita yang ingin melakukan ibadah umroh.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan ibadah umroh adalah:

1. Apabila meninggalkan rukun umroh yaitu ihram (berniat umroh), thawaf dan sa`i maka umrohnya tidak sah dan wajib diulangi.
2. Apabila meninggalkan kewajiban umroh yaitu melakukan ihram ketika memasuki miqat dan bertahallul dengan menggundul atau memotong sebagian rambut, maka ibadah umroh tetap sah dan kesalahan tersebut bisa dibayar dengan DAM/denda .
3. Apabila melakukan jima` (berhubungan suami istri) sebelum tahallul maka wajib membayar seekor kambing sebagaimana fatwa Ibnu Abbas Ra.

Demikian artikel mengenai sejarah ibadah umroh pertama yang dilakukan pertama kali oleh Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa sallam dan diikuti oleh umatnya hingga kini sampai akhir zaman.

Sejarah Ibadah Umroh | Beranda | Daftar Isi

Sentuh Nomor Untuk Hubungi Kami !
CALL : 0857 2012 7221
WA : 0856 1652 558
Fast Response !